Senin, 04 Januari 2010

Surat Seorang Mahasiswa

Seorang mahasiswa semester akhir Fakultas Farmasi UNPAD menulis surat kepada Ayahnya:

Halo Ayah.......
Aku merasa tidak enak karena terus-menerus menulis surat kepada Ayah untuk meminta uang. Aku merasa malu dan sedih. Aku harus meminta uang sebesar Rp.500.000 keoada Ayah, walaupun setiap bagian dalam tubuhku memberontak. Aku meminta dengan tulus dari hatiku yang paling dalam, Ayah mau memakulmi dan memaafkanku. Salam dari ananda.

Dicky

NB: Aku merasa berat hati untuk mengirimkan surat ini, jadi aku coba untuk mengejar tukang pos yang mengambil surat ini dari dalam kotak surat. Aku mau mengambil kembali surat ini dan membakarnya karena surat ini pasti menyusahkan hati Ayah. Aku berdoa dalam hati Agar aku bisa mendapatkan surat ini kembali, tapi sudah terlambat.


beberapa hari kemudian setelah mengirim surat, mahasiswa tersebut menerima surat dari Ayahnya yang berisi kalimat pendek:

Untuk Dicky, Anandaku yang tersayang,
Selamat nak, doamu terkabulkan, suratmu tak pernah aku terima
Dari Ayahmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar